Top Menu

New Topics

Bruno Matos, Bintang Yang Tak Kunjung Bersinar

Juli 15, 2019

Mediapersija.site - Bruno Matos terus menerus mendapatkan kritikan dari Jakmania karena penampilannya belum membaik pasca mengalami cedera beberapa pekan lalu. Apalagi setelah kembalinya Marko Simic, Bruno Matos belum menemukan kembali penampilan terbaik nya.

Akhir-akhir ini setelah pertandingan melawan Persib, Bruno dikabarkan mendapat ultimatum dari manajemen Persija. Tak terlalu jelas apa bentuk ultimatum tersebut. Hal ini dikarenakan permainan Bruno yang terlalu egois dan rentan terhadap cedera.

Diawal kedatangannya, Bruno digadang-gadang bisa menjadi tandem ideal bagi Marko Simic. Apalagi saat Simic masih tertahan di Australia, penampilan Bruno mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. Bruno juga berhasil menyabet penghargaan top skor Piala Presiden 2019, pencapaian yang sama didapatkan oleh Marko Simic tahun 2018.

Di kompetisi AFC Cup 2019 penampilan Bruno juga sangat baik, sehingga menjadi pencetak skor terbanyak di Persija. Lagi-lagi hampir menyamai torehan gol Marko Simic.

Namun saat Marko Simic kembali dan Liga 1 2019 dimulai, penampilan Bruno Matos justru anjlok, rentan cedera dan tak konsisten. Padahal Jakmania berharap duet Simic dan Matos bisa menghadirkan kembali trophy juara ke Jakarta.

Nampaknya tugas berat Coach Julio yaitu menyatukan visi misi Marko Simic dan Bruno Matos agar ketajaman lini depan Persija semakin membaik. Simic dan Matos harus sama-sama saling bahu membahu untuk bermain dalam sebuah tim, bukan membuktikan siapa yang paling bersinar diantara mereka. Karena kalian sama-sama pemain yg memiliki peran penting untuk Persija.

Kabar terbaru, sepertinya Bruno Matos meng-unfollow akun Instagram Marko Simic pasca pertandingan Persija vs Persib beberapa hari yang lalu. Biar bagaimanapun keutuhan tim harus tetap terjaga karena kalian bermain untuk lambang monas di dada, bukan untuk nama di punggung.

Persija Jakarta Jalin Kerja Sama Dengan Tim J-League 1

Juli 15, 2019

Mediapersija.site - Persija Jakarta menjalin kerja sama dengan salah satu klub Liga Jepang, Shonan Bellmare. Shonan Bellmare merupakan klub asal kota Hiratsuka yang berkompetisi di J1, kasta tertinggi di Liga Jepang.

Kepastian kerja sama ini setelah pihak Persija dan Shonen bertemu di Kantor Persija, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Persija diwakili Direktur Bisnis dan Marketing, Andhika Suksmana, sedangkan dari Shonen ada Kiyoshi Sekiguchi selaku Technical Director International Project Manager.

Kiyoshi mengatakan pihaknya datang ke Jakarta karena Persija adalah klub besar di Indonesia. Apalagi menilai potensi pemain muda Persija sangat bagus mengingat dua tim muda mereka pada musim lalu, yakni Persija U-16 dan Persija U-19.

Kedua tim Persija tersebut menembus tiga besar kompetisi usia muda pada musim lalu. Nantinya, para pemain muda Persija akan diberikan kesempatan pengalaman berlatih di Jepang.


“Kami sangat ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak muda di Jakarta ataupun komunitas Jepang di Jakarta bisa berlatih bersama dengan menggunakan metode khas Shonan Bellmare dan Persija,”ujar Kiyoshi dikutip dari laman Persija, Jumat (12/7/2019).

Persija sebelumnya sudah memiliki komitmen bekerja sama dengan beberapa klub sepakbola luar negeri, seperti Jeonbuk Hyundai dari Korea Selatan serta Gimnasia y Esgrima de la plata dari Argentina. Sementara itu, Andhika mengatakan salah satu visi dari pengembangan bisnis Persija adalah mengaktifkan semua potensi asetnya.

Ia menilai dengan adanya kerjasama dengan klub luar negeri tentunya memberikan banyak kesempatan Persija untuk berkembang di semua lini.

“Termasuk pemikiran kita adalah sangat serius untuk Persija Academy Youth Development Center, yang kita kedepankan kepada klub-klub luar negeri tersebut bisa menjadi manfaat untuk pemain muda dan pelatih Persija,” ucap Andhika.

Lebih lanjut, Andhika mengatakan baik Persija dan Shonen juga direncanakan akan bertemu dalam pertandingan persahabatan. Laga persahabatan tersebut diupayakan akan dilakukan saat pramusim 2020 di Jakarta. Rencana terdekat kedua kesebelasan ini akan mengadakan Coaching Clinic yang akan di pandu oleh pelatih Persija Academy dan pelatih dari Shonan langsung dari Jepang.


Sumber: Kompas.com

Modal Penting Persija Untuk Sabet Gelar Juara Piala Indonesia

Juli 15, 2019

Mediapersija.site - Persija Jakarta memperebutkan gelar Piala Indonesia melawan PSM Makassar. Laga berlangsung pada 21 dan 28 Juli mendatang. 

Macan Kemayoran melaju ke final Piala Indonesia setelah mendepak Borneo FC dengan agregat 4-3. Sebaliknya, PSM sukses menyingkirkan Madura United di semifinal

Laga tersebut disebut sebagai final ideal karena mempertemukan dua kekuatan sepak bola Indonesia. Seperti diketahui, Persija dan PSM adalah tim lawas yang sudah bertemu sejak era perserikatan.

Laga final ini juga diprediksi akan berlangsung ketat karena sarat akan aroma balas dendam. Seperti diketahui, rivalitas kedua tim dalam perburuan gelar sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Berstatus sebagai juara Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018 membuat Persija percaya diri dalam menatap laga final. Apalagi di bawah asuhan pelatih Julio Banuelos, Bambang Pamungkas dkk belum terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.

Lantas, apa yang bakal jadi modal berharga Persija dalam mengalahkan PSM Makassar nanti? Berikut tiga  pemain yang bakal jadi amunisi ampuh Persija untuk meraih gelar Piala Indonesia 2018 versi Bola.com:

ISMED SOFYAN

Ismed Sofyan adalah pemain kunci Persija di lini pertahanan. Meskipun sudah berusia 39 tahun, namun pemain asal Aceh itu masih mampu bersaing dan mematikan pergerakan lawan.

Ismed bisa menjadi kreator serangan Persija dari lini belakang. Tak hanya andal dalam pertahanan, pemain yang akrab disapa 'Pak Haji' itu juga mampu diandalkan dalam mencetak gol.

Ismed Sofyan sejauh ini sudah mencetak tiga gol untuk Persija di Piala Indonesia. Publik Macan Kemayoran tentunya sudah menantikan gol-gol lain dari Ismed demi meraih gelar perdana musim ini.

BRUNO MATOS

Sejak bergabung dengan Persija Jakarta pada awal musim 2019, Bruno Matos langsung menjadi pemain kunci. Pemain asal Brasil itu dikenal sebagai gelandang serba bisa.

Selain memiliki pergerakan yang lincah, tak jarang Bruno Matos mampu mencetak gol buat Persija. Hal itulah yang membuat penampilan apiknya sangat diharapkan pada laga final Piala Indonesia 2018.

Bruno Matos sejauh ini sudah mencetak tiga gol untuk Persija di Piala Indonesia 2018. Bukan hal yang mustahil sang pemain bisa menambah koleksi golnya sekaligus meraih trofi perdana bersama Macan Kemayoran.

MARKO SIMIC

Tak bisa dimungkiri ketajaman Persija Jakarta akan bergantung pada sosok Marko Simic. Pemain asal Krosia itu sejauh ini sudah mencetak lima gol di Piala Indonesia 2018.

Dengan format final yang menggelar pertandingan dalam dua leg, bukan hal yang mustahil Simic menambah koleksi golnya. Apalagi sang pemain sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam laga Liga 1 2019.

Marko Simic bisa menjadi pemain yang bakal merepotkan lini belakang PSM Makassar. Selain memiliki tembakan yang akurat, pemain berusia 31 tahun itu juga dikenal memiliki sundulan yang mematikan.

Sumber: Liputan6.com/Bola.com

Rahmad Darmawan Antusias Bertemu Dengan Persija

Juli 15, 2019

Mediapersija.site - Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, menyambut antusias laga pekan kesembilan Shopee Liga 1 2019 melawan Persija Jakarta yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (16/7/2019).

Pelatih yang akrab disapa RD itu tertantang untuk mengalahkan klub yang pernah dibesutnya tersebut.

Pertandingan Persija Jakarta melawan tim yang dilatih Rahmad Darmawan selalu menarik. Hal itu tak terlepas dari rekam jejak RD bersama Macan Kemayoran.

Buat RD, Persija jelas klub yang tak asing buatnya. Sepanjang kariernya, pria kelahiran 28 November 1966 itu pernah dua periode jadi bagian Persija, yakni pada 1986-1991 dan 1994-1995.

Tak hanya sebagai pemain, RD juga pernah menukangi Persija sebagai pelatih dalam tiga periode. Hal itu terjadi pada 2006, 2010-2011, dan 2014-2015.

"Klub yang paling lama saya bela memang Persija. Mulai bermain pada 1986 kemudian ke Malaysia. Saya lalu balik lagi ke Persija dan bermain selama dua tahun kemudian pindah ke Persikota," kata Rahmad Darmawan dalam konferensi pers jelang laga di Cibinong, Senin (15/7/2019).

"Kalau bicara kenangan, banyak sekali. Saya juga pernah melatih di sana selama tiga kali. Saya selalu bangga pernah menjadi bagian dari klub besar seperti Persija dan juga jadi kebanggaan bisa bertemu mereka," ujar RD.

Selain masalah masa lalu, pertandingan Tira Persikabo melawan Persija Jakarta kali ini juga diprediksi menarik. Laskar Padjajaran sejauh ini belum terkalahkan dan berhasil memuncaki klasemen sementara, sedangkan Persija sedang berusaha memperbaiki peringkat di papan tengah Shopee Liga 1 2019.

"Mereka tidak banyak mengganti pemain dan saya lebih senang untuk mempersiapkan tim ini bisa solid. Sebab, ini peluang kami sekaligus menjadi tantangan," tegas RD

Sumber: Bola.com
 
Copyright © Media Persija. Designed by OddThemes & VineThemes